Selasa, 24 Desember 2013

16.54.00 - No comments

Rumah Bapakku Berhantu



Dua minggu yang lalu dapat sms dari bapak dan bunda, katanya rumah baru yang ditempati bapak sering ‘diganggu’ dan saya disuruh membantu untuk wiridan supaya rumah tersebut ‘bersih’. Aku terheran-heran mengapa minta tolong kepada saya, saya bisa apa , rukiyah saja tidak bisa. Saat itu aku hanya bisa balas sms dengan nasihat untuk menjaga shalat wajib, banyak berdoa, dan jangan melakukan perbuatan syetan. Logika saya mengatakan kalau kamu melakukan perbuatan syetan maka kamu teman syetan dan tidak heran mereka mengganggu dan sekaligus menghancurkan dinding keimanan kalian. Simpel sih.

Saya tidak berusaha menjelaskan semisal menyuruh membaca surat al Baqarah karena rumah yang tidak pernah dibacakan didalamnya surat al Baqarah adalah tempat jin, terlalu tinggi bagi mereka. Saya sudah bersyukur mereka tidak minta bantuan dukun atau dukun berbaju kiai. Saya ingat ketika saya menegur masalah itu kala dulu, saat saya memang benar berubah. Mungkin perubahan sekarang inilah saya dipercaya mampu. Jadi menurut
saya ini adalah bagian dari dakwah itu sendiri, saya cuma mempunyai rencana ketika kesana nanti saya cuma melakukan aktivitas sebagaimana kebiasaan saja tidak lebih. Supaya mereka tahu bahwa cukup bagi kalian beribadah dengan sebenarnya maka kalian akan kuat.

Rumah yang ditempati itu terkenal oleh warga sekitar adalah rumah angker sudah tiga tahun kosong. Pernah dihuni oleh tiga keluarga berturut-turut, anak kecil dari tiga keluarga yang menempati rumah tersebut meninggal dunia. Jadi sudah ada tiga anak kecil yang mati dan inilah termasuk kekhawatiran yang bisa dibilang besar dari bapakku karena anak bunda masih kecil. Kemudian hal itu dibenarkanoleh pemilik rumah tersebut yang sudah tidak menempati rumah tersebut. Ditambah mistis lagi ketika sang pemilik mengatakan komitmen bapakku untuk menempati rumah tersebut, “Sudah mantepkan mas mau menempati runah ini ? ”. bapakku yang sudah tidak ada pilhan lain untuk mencari rumah cuma mengatakan, “Inikan rumah manusia, yang membangun manusia, harusnya yang menempati ya manusia.”

Kemarin aku memenuhi janjiku untuk silaturrahim ke rumah bapakku itu. rumah jawa kuno, memang terlihat agak menyeramkan tapi aku yakin itu karena sudah ada wacana negatif yang dialamatkan pada rumah tersebut. Aku dan bapakku duduk diruang tamu. Disini bapak mulai cerita kalau dia diganggu selama menempati rumah itu dari mimpi-mimpi yang tidak wajar, dari suara anak-anak yang tertawa didalam rumahnya, dari suara-suara aneh diatas genteng , dari sepasang pintu yang satu ditutup kemudian satunya mau ditutup eh yang satunya tadi kebuka, dan berulang sebaliknya hingga akhirnya sepasang ditutup secara bersama. Dari korden pintu yang ditutup kemudian membuka hingga dua kali dan ditunggu tidak membuka lagi, lalu membalikkan badan sambil mendengarkan korden, dan terdengar dengan keras tarika korden membuka seketika bapakku mengambil korden dari muka pintu, dilepas. Katanya sih saat melepas korden tersebut,”Kalau sudah saya lepas mau apa kamu ha ?”. aku yang mendengarkan lekat-lekat tertawa terbahak-bahak , tidak peduli ‘hantu’ penghuni rumah itu marah dengan aku karena aku tertawakan. Hehe.

Dilanjutkan cerita kisah bundaku saat main ke rumah tersebut dia merasa kepalanya ‘dijenggung’ atau didorong oleh jari tangan. Seketika bunda melapor kepada bapakku . dan akhirnya ditenangkan juga. Dilanjutkan lagi kisah adikku, anak dari bunda. Ketika itu diruang tamu didepan tv ada kursi goyang. Adikku tersebut masih kecil polos. Dia melihat sesosok nenek-nenek rambut digelung duduk dikursi tersebut. Huh menyeramkan. Seketika lagi kursi tersebut dipindah ke dapur.

Ketika aku disana aku mencoba menganalisis mengapa seperti itu. Satu, rumah tersebut memang ada beberapa yang dibuat mistis terutama aku menyoroti pada dua gambar, yang pertama adalah lukisan ‘nyi roro kidul’ dan gambar nenek pakai sanggul. Dua, menurut cerita bapakku sebelum beliau tinggal disitu tempat tersebut digunakan untuk basecamp judi dadu. Dan tidak ada satu warga melaporkan perjudian tersebut bahkan ketua RT-nya meminta bapakku untuk tutup mulut soal ini. ketiga, mushola dekat rumah itu tidak digunakan , tidak terurus sama sekali. Aku berfikir, mungkin pantas kalau mereka ‘masyarakat disini’ berteman dengan jin karena suraunya aja roboh. Aku dikecewakan, adzan ditempat ini dua kali tidak ada satu jamaah yang mendatangi mushola itu.


Ah ada apa dengan kampung ini ? ya Allah berilah rahmat hidayah-Mu atas kampung yang ditempati bapakku dan keluargaku ini.


Aku yakin adanya jin yang mengganggu manusia melalui bisikan ataupun yang diijinkan oleh Allah dengan menakut-nakuti. Dan aku yakin pula kekuatan jin dengan kekuatan cahaya yang dipancarkan oleh ibadah seseorang tidak ada apa-apanya. Sebenarnya sekedar itu yang akan aku buktikan. Sengaja ketika disana aku beribadah wajib dan kebiasaan lainnya. Al hasil selama aku disana tidak terjadi apa-apa. Sehingga secara nyata aku bisa berargumen, "Nyatanya aku tidak diganggu."

Dan tunggu petualanganku memecahkan misteri ini, karena aku mensinyalir adanya ulah manusia dalam menakut-nakuti atau bahkan bersekutu untuk supaya tempat tersebut ditinggalkan supaya bisa menjadi markas perjudian. Aksi Brigade PII sedang dilancarkan.

0 komentar:

Posting Komentar