Kamis, 12 Maret 2015

Pesan Pagi

Tidak ada pesan untuk pagi ini hingga pagi seterusnya. Rupanya telah ada kesalahan yang harus dihapus, termasuk pesan yang senantiasa aku tunggu. Menyambut pagi dengan satu azam dimasa yang akan datang. Tidak akan ku sisakan kecuali dua kata panggilan yang telah melekat di hati. Semuanya untuk yang senantiasa menjaga.
Adakalanya aku mengikuti hatiku untuk sekedar menemani, meski aku pun sadar bahwa aku pun nyaman. Namun, telah ada ikatan diriku dengan diri-Nya. Dimana kesetiaanku belum bisa teruji jika aku segera menghadap-Nya.
Aku tidak bisa meninggalkan secercah cahaya kemilau meski tidak pernah ku pandang atau aku yang tak mampu memandang. Cahaya harapan yang senantiasa menemani dikala keremangan jalan dan banyak batu menghadang kaki-kaki. Aku percaya cahaya itu senantiasa ada dalam pesan pagi yang selalu sampai.
Memberi sudut tersendiri untuk namamu adalah hal terindah. Satu keajaiban dimana Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang menyematkan sifat kasih dan sayangnya dalam sudut itu. Sudut yang tak bisa digantikan.
Dalam serpihan rasa yang membuncah ingin rasanya mengeluarkan kalimat-kalimat indah yang sering ku buat. Ku tulis dan ku masukkan dalam hati. Aku tak berani memberikannya padamu. Meski itu kesungguhanku.
Juga telah kuputuskan semuanya berakhir untuk mencari hakiki itu. Dalam kesucian, agung , nan tinggi. Ujian rasa yang dibolak-balikkan. Susah, menyedihkan, dan memberatkan meski tak pernah terlihat. Biarlah hati yang memberi pesan pagi tanpa pernah menuliskannya lagi.
Tidak satu pun rasa rindu yang mendera adalah kecuali harus ditepis. Jalannya masih berumur jagung. Akan senantiasa menjadi ingatan yang tajam. Berharap umur bertambah hingga terbiasa lalu mentransformasikan rasa pikir ke suatu rasa yang menyatu dalam tubuh supaya tak bergejolak. Dan tak meminta memanggil,dipanggil, juga bertemu. tetap disimpan dalam nilai.
Pesan-pesan rasa yang tertulis dalam pesan pagi semoga menjadi untaian-untaian benih yang bisa ku unduh nanti.
Aku pasti akan merindukan untuk segera pagi lalu ketika siang, aku ingin pagi lagi meski sudah tidak ada pesan pagi.