Kamis, 11 Februari 2016

00.08.00 - No comments

Pengetahuan Hati

Tidak tahu. Bayangan-bayangan keputusan di masa lalu. Ungkapan-ungkapan yang begitu merendahkan. Lalu pandangan-pandangan yang menyepelekan.

Bangunan yang sudah runtuh tidak bisa saya bangun sama dari puing-puingnya. Saya sadar membangun ulang dengan desain berbeda adalah berat yang amat sangat. Tapi tidak ada hal lain yang harus saya putuskan setelah mendekati-Nya, kecuali demikian adanya.

Saya perlu waktu yang agak lama, jadi bersabarlah. Keadaan yang menyiksa akan membawa kekuatan. Waktu yang lama dan sempit akan segera berlalu dengan kita berjalan seperti biasa tanpa melelahkan diri. Tawakal saja.

Saya meyakini bahwa keputusan yang selama ini saya ambil adalah baik, meski belum tentu yang terbaik. Lalu menjalani adalah hal yang tidak kalah baik pula. Bukankah, bekerjalah! Maka Rabbmu akan melihatnya. Setelah Rabb? Tidak begitu penting.

Antara sedih dan bahagia. Saya rasa keduanya bukan kecocokan kata yang berlawanan. Yang berlawanan adalah kehinaan dan kebahagiaan. Orang yang sedih belum tentu tidak bahagia karena hakikat dari bahagia bukan sesempit senang namun didalamnya adalah keselamatan. Apapun itu yang penting kamu tidak hina (yang didalamnya celaka).

Ya, kembali ke bayangan yang menyeramkan, reruntuhan rumah cita-cita, waktu yang mencekik jiwa, dan keputusan terbaik kita. Adalah jalan kita memilih landasan kebahagiaan.

Di dalam pengetahuan hati.