Senin, 18 November 2013

Ustadz: Insyaaallah segera meninggalkan Indonesia


“Assalaamu’alaikum warahmatullaah, mohon doanya insyaaallaah segera meninggalkan Indonesia, maaf atas segala kesalahan.” Pkl. 22:40 WIB.


Sms seperti itu datang tiba-tiba. Sms yang datangnya dari ustadz saya ketika SMA bersama teman-teman Rohis. Ustadz yang paling meledak bicara dan semangatnya, seakan kita adalah bagian dari pasukan yang diampunya disuatu perang. Yang ketika membaca ayat suci, terasa menelusuri urat-urat dihati, ya masuk perlahan dengan sejuknya.

Cita-cita yang diimpikan, kini telah didepan mata. Berdiri di Bumi Syam. Setelah melewati masa-masa skenario Allah sebelum dipertemukannya dengan cita-cita itu.

Ustadz, sms darimu tidak sanggup ku balas. Ada perasaan yang harus kutahan bahwa aku juga ingin turut membersamaimu. Apalagi jika engkau meminta maaf, rasanya tak layak engkau meminta maaf kepadaku, kepada kami. Engkau lah yang banyak berjasa kepada kami. Tapi yakinlah ustadz bahwa hati ini mendoakanmu.

Semoga perjalanan ke Suriah dilancarkan dan Allah menjadikan kemenangan Islam sebagai bagian perjuanganmu ustadz. Doakan kami juga semoga bisa membersamai menapak dan berdiri di Bumi Syam.
Ustadz Ihsan Al Faruq semoga Allah melindungimu.

Sabtu, 09 November 2013

17.00.00 - No comments

Pluralisme Agama di Indonesia



Pluralism

Isu pluralisme di Indonesia diangkat pertama kali pada tahun 2005 ketika MUI mengeluarkan fatwanya bahwa “Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme” adalah bertentangan dengan Islam dan haram bagi umat Islam untuk menggunakan faham ini. Inilah yang menghebohkan masyarakat di Indonesia, bahkan hingga luar negeri.

Jika melihat kondisi di Indonesia sendiri fatwa ini memang menuai pembicaraan, khususnya dikalangan umat Islam sendiri. Banyak yang pro, tapi juga tidak sedikit yang kontra atas ini. Sebagian memang belum faham atas faham ini. Menilik reaksi bagi semua agama menanggapi faham ini, umat Islam telah didahului umat Katholik dalam pembahasan pluralisme agama. Contoh saja pada tahun 1989 Penerbit Katholik Kanisius telah menerbitkan sebuah buku yang mengkonter atas faham ini, yakni Problematika Pluralisme dalam Agama Katholik. Di Protestan sendiri juga menerbitkan buku yang tebal dengan judul Theologia Abu-abu.

Jumat, 01 November 2013

Masa Pemboikotan


tersisolasi
Singkat waktu dalam empat pekan , ada empat kejadian besar yang menggetarkan mata otang-orang musyrik, yaitu Hamzah masuk Islam, disusul ‘Umar, Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menolak suatu tawaran mereka, dan kesepakatan bersama dalam perlindungan Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- yang dijalin antara Bani Muththalib dan Bani Hasyim, baik yang muslim maupun yang kafir.

Akibatnya orang-orang musyrik kalang kabut dan ditempa kebingungan ekstrim. Benar, jika mereka membunuh Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- maka mereka sadar akan terjadi pertumpahan darah di Bumi Makkah. Sehingga makar pun berlanjut dengan cara yang lain.

***
Mereka berkumpul berunding untuk  menyusun suatu kesepakatan guna mendepak  kedua bani yang melindungi Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam-.