Rabu, 30 Oktober 2013

07.20.00 - No comments

Menggugat Diktum Bebas Nilai dalam Sains



nilai dan sains
Sengaja tulisan ini diawali dengan judul provokatif. Judul ini ditulis dengan harapan bisa menembus dan menjejaki belantara kesadaran kita, sampai kemudian bisa melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang bertenaga. Mengapa cendekiawan muslim perlu menelisik ulang bangunan sains yang telah sedemikian mapan? Bukankah manusia telah disuguhi keajaiban demi keajaiban kehidupan yang diciptakan oleh sains? Bukankah sains itu bebas nilai dan universal sehingga bisa berlaku bagi seluruh manusia dan bangsa dalam segala tingkat budaya, keyakinan dan agama? Pada akhirnya, pertanyaan-pertanyaan ini akan menemukan puncaknya ketika sampai pada pertanyaan: Salahkah konstruksi sains sekarang?

07.10.00 - No comments

Surat Cinta Anak Matematika


math love
Aku tak tahu kenapa bayangmu selalu ada dipikiranku. Aku tak tahu kenapa pandanganmu bak ujung bangun ruang kerucut yang tajam, menusuk hingga ke hatiku. Mengukir persamaan-persamaan kuadrat yang berdiskriminan nol dimana penyelesaiannya berupa akar-akar kembar dan sama yaitu kamu, kamu, kamu, dan selalu kamu.

Aku selalu berdoa kepada Allah agar bisa bertemu kamu. Seketika kita pun bertemu tetapi aku seakan seperti himpunan kosong, tak mampu merangkai kata -_- .