Minggu, 08 Desember 2013

Maaf Untuk UKMI



Aku pernah mengatakan padamu ketika aku melamarmu aku berani mengatakan bahwa aku cinta padamu dan mencintai dakwah yang lain juga. Aku juga mengatakan aku akan habis-habisan dalam dakwah diseluruh organisasi dakwah yang saat itu saya ikuti. Engkau pun tahu selain aku mencintaimu, ada SKI, PII, dan KAMMI disampingku. Yah seandainya engkau adalah istriku empat sudah cukup.

Aku katakan sekali lagi aku mencintai kalian semua. Karena aku bisa meyakinkan cintaku padamu, engkau menerimaku di divisi Pembinaan Pengurus. Aku senang, itu sesuai yang kuimpikan padamu. Aku sangat aktif menyertaimu kala itu. Bisa dibilang aku adalah satu diantara aktivis yang berkobar membara -menurutku-.

Tapi semuanya berbeda, ketika cintaku yang lain menuntutku lebih.
Aku kira bisa melakukan semuanya hingga pada akhirnya aku mati diatas dada organisasi-organisasi dakwah yang ku cintai. Tapi sekali lagi ini masalah waktu. Sayang, aku tidak bisa dibunuh oleh waktu, pun tidak bisa membunuh waktu sehingga aku mati dengan sah. Kamu tahu cintaku yang lain itu ? yang menuntutku lebih mencintai dan mengorbankan banyak waktu ? sehingga waktu kamu mau tidak mau, terpaksa atau pun tidak terpaksa harus kurenggut. Maafkan aku.

PII memintaku untuk aku memilihnya. Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan ia sedangkan aku besar bersama dia ? juga menemaniku sepanjang ini, ya hingga hari ini.

UKMI, ketahuilah ada pula cinta yang kukorbankan untukmu. SKI telah kukorbankan untukmu. Paling tidak itulah wujud cintaku padamu. Dulu ditengah perjalanan aku sudah mengatakan jujur kepada ahli pembinaan pengurus, seorang ikhwan koordepku Mas Hasan. Aku bilang aku tidak bisa menemanimu mulai saat itu. Aku bilang aku aktif di PII. Aku harus rapat ke Semarang. Aku harus kesana-kemari, keluar kota, mengurus binaan-binaan yang harus kutangani.

Hari ini adalah hari MUSUM. Dimana engkau akan akan berpisah dengan cinta yang lama dan menyeleksi cinta yang baru. Aku malu jika harus masih bertemu denganmu. Aku tidak pantas dekat denganmu. Aku telah mengkhianatimu. Tapi sungguh aku mencintaimu.

Aku meninggalkanmu bukan ku tak cinta, tapi ada cinta yang harus ku utamakan. Semoga engkau tetap dicintai orang-orang bukan seperti aku.

UKMI sampaikan maafku kepada ketua umum, koordep mas Hasan, mitraku di Pembinaan pengurus, baik ikhwan maupun akhwat.

Ya Rabb engkau tahu sungguh , apa yang ada didalam hati ini.

0 komentar:

Posting Komentar