Kamis, 16 Mei 2013

Nasihat Bagi Oknum UN : Jujur vs Dusta

Merupakan rahasia umum bahwa UN di Indonesia telah ternodai. Kejujuran dalam UN sangat langka. Hingga Kepala sekolah sampai siswa sekalipun banyak yang berfikiran bahwa hal ini adalah suatu yang maklum. Jelas sekali itu pembodohan.
Masih ada yang nyeletuk,”Kalau tidak lulus gimana?” sebenarnya gampang saja untuk dijawab, “Kemana aja ente selama 3 tahun, sekolah apa mengembala domba. hehe”. Ah banyak sekali alas an untuk membenarkan kesalahan-kesalahan ini. Apa tidak ada yang tahu bahwa kejujuran itu membawa keberuntungan ya… lebih tragis lagi mayoritas dari pelaku-pelaku kebobrokan bangsa ialah umat muslim, secara gitu lho kita di Indonesia umat muslim terbesar dari seluruh negeri.

Segala puji syukur turut dalam mengkaji nasihat ini. Kemudian shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wa sallam, keluarga, sahabat dan orang-orang yang benar dalam jalan Islam. Jalan yang telah memperingatkan bahwa adda kabar gembira kepada orang-orang yang jujur dan ada ancaman bagi orang-orang yang berdusta.
Kepada adik-adik saya yang UN entah yang telah lalu atau yang akan dating semoga Allah menjaga dari sifat kedustaan. Juga kepada para oknum kecurangan dalam UN semoga Allah membuka lebar-lebar pintu hidayah-Nya kepada kalian. Jikalau memang belum ada dakwah kepada kalian tentang kejujuran dan dusta, saya hanya mencoba mengutip perintah-perintah jujur dan larangan berdusta dengan hanya mengharap ridho Allah.
  • KABAR GEMBIRA KEPADA YANG JUJUR DAN PERINGATAN BAGI YANG BERDUSTA/CURANG

Di dalam hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 “Sesungguhnya ash shidq (kejujuran) itu menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke surga dan sesungguhnya seorang bermaksud untuk jujur sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menunjukkan kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu menunjukkan kepada neraka. Sesungguhnya seorang itu bermaksud untuk berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang suka berdusta.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari itu, kita tahu bahwa jalan kejujuran bermuara di Syurga dan jalan dusta bermuara di neraka akantetapi kadang kita lupa atau hanya sekedar alasan kepepet sehingga NILAI yang sebatas Angka-angka telah menggeser Syurga yang akan kita duduki. Na’udzubillaahi min dzalik.

Fakta terlihat ketika banyak dari kalangan siswa dan guru seringnya mendekatkan diri dengan melakukan ibadah-ibadah agar Allah member pertolongan saat ujian, alhasil saat Ujian shalat malam, shalat sunnah, dan amalan-amalan lain hilang ketika di dalam kelas tidak ada rasa benak keimanan. Bukan menghakimi tetapi sekedar mengingatkan jangan kita menggeser kapling surge kita ke neraka. Ingat janji Allah tidak ada yang tidak ditepati.
  • KEJUJURAN MENCERMINKAN ORANG-ORANG BERTAQWA

Kejujuran merupakan hal yang sangat besar dalam IMAN kita. Kalau kita belum bisa jujur bagaimana iman kita bisa dikatakan baik padahal orang2 yang jujur dikategorikan oleh Allah sendiri sebagai orang yang BERTAQWA. Tinggi kan, diatas iman rata2.
 “Dan orang yang membawa kebenaran(kejujuran) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Az Zumar: 33)

Semoga sedikit nasihat ini akan berharga kepada diri saya sendiri dan orang lain.
Wallaahu'alam bishshowab.

0 komentar:

Posting Komentar