Jumat, 10 Januari 2014

Menyempurnakan Akhlak



Ketika kita mempelajari fiqhud da’wah sebenarnya yang kita pelajari tidak lain adalah akhlak. Ya sejenak saya berfikir tentang akhlak itu sendiri. Dalam fiqhudda’wah biasanya akhlak digunakan sebagai proses atau alat tapi ada yang lebih besar menurut saya  yaitu akhlak adalah apa yang dida’wahkan kepada umat. Bukankah misi Rasulullah adalah menyempurankan akhlak manusia ?

Sekali lagi, disini saya tidak berbicara tentang fiqih dakwah atau cara berdakwah sehingga diterima. Namun, saya disini menyoroti urgensi akhlak itu sendiri selain sebagai fiqih berdakwah.

Rabu, 25 Desember 2013

Aku Menyikapi Ikhtilaf Bukan Menyikapi Natal

Aku tidak memungkiri adanya toleran. Toleransi yang ditawarkan Islam sangatlah tinggi. bagaimana tidak? Mereka yang kafir atau ingkar terhadap Islam pun masih dijamin kebebasannya dalam keyakinan (Lihat Surat Al Kafirun). Inilah limpahan Sifat Maha Kasih Allah, Ya Rahman, jelas-jelas ada yang mengingkari tapi tetap memberi keadilan di dunia.

Natal. Hal yang sangat salah kaprah, dari sisi pengkajian kitab maupun sejarah. Namun, biarlah. Itu sudah dimasukkan ke dalam agama mereka. Sekali lagi kita memang membenci orang-orang kafir, tapi kita harus berakhlak dengan baik kepada mereka yang tidak membuat kekacauan kepada kita. itu yang diajarkan Rasulullah.

Ulama' sepakat bahwasanya mengikuti peribadatan mereka adalah haram. Akan tetapi ada suatu ikhtilaf ulama' dalam hal pengucapan selamat natal itu sendiri. Aku memposting kultwit ustadz salim bukan berarti aku menerima mentah, tapi aku cuma ingin menunjukkan memang ada ulama' yang berselisih dalam hal ini.

07.24.00 - No comments

Kultwit Ustadz Salim A. Fillah tentang #NATAL

Kontroversi ucapan selamat natal kepada Kaum Nasrani selama ini telah mengemuka, dan terkesan tidak pernah rampung dibicarakan. Ustadz SalimA Fillah melalui Kultwitnya siang ini (24 Desember 2011) menyajikan pembahasannya secara seimbang dengan mengetengahkan beberapa pendapat. Silakan simak kultwit #Natal berikut, atau langsung ke TL @salimafillah:


Ada kesalahfahaman. Di teks Fatwa MUI; yang haram adalah PERAYAAN NATAL BERSAMA, bukan ucapan selamat;

Sayang sekali; banyak yang tak membaca teks Fatwa MUI; lalu mengharamkan atas nama mereka apa yang tiada di teks; atau terlanjur memaki..

07.21.00 - No comments

Fatwa MUI tentang Perayaan Natal Bersama

KEPUTUSAN KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG
                    PERAYAAN NATAL BERSAMA
 
Memperhatikan:
1. Perayaan Natal Bersama pada akhir-akhir ini
   disalahartikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka sama
   dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw.
2. Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam
   yang ikut dalam perayaan Natal dan bahkan duduk dalam
   kepanitiaan Natal.
3. Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan
   Ibadah.
 
Menimbang:
1. Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang
   Perayaan Natal Bersama.
2. Ummat Islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah dan
   Ibadahnya dengan Aqidah dan Ibadah agama lain.
3. Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan
   Taqwanya kepada Allah Swt.
4. Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar
   ummat Beragama di Indonesia.
 

Selasa, 24 Desember 2013

16.54.00 - No comments

Rumah Bapakku Berhantu



Dua minggu yang lalu dapat sms dari bapak dan bunda, katanya rumah baru yang ditempati bapak sering ‘diganggu’ dan saya disuruh membantu untuk wiridan supaya rumah tersebut ‘bersih’. Aku terheran-heran mengapa minta tolong kepada saya, saya bisa apa , rukiyah saja tidak bisa. Saat itu aku hanya bisa balas sms dengan nasihat untuk menjaga shalat wajib, banyak berdoa, dan jangan melakukan perbuatan syetan. Logika saya mengatakan kalau kamu melakukan perbuatan syetan maka kamu teman syetan dan tidak heran mereka mengganggu dan sekaligus menghancurkan dinding keimanan kalian. Simpel sih.

Saya tidak berusaha menjelaskan semisal menyuruh membaca surat al Baqarah karena rumah yang tidak pernah dibacakan didalamnya surat al Baqarah adalah tempat jin, terlalu tinggi bagi mereka. Saya sudah bersyukur mereka tidak minta bantuan dukun atau dukun berbaju kiai. Saya ingat ketika saya menegur masalah itu kala dulu, saat saya memang benar berubah. Mungkin perubahan sekarang inilah saya dipercaya mampu. Jadi menurut

16.48.00 - No comments

Keluarga Pak Warso



Perempuan bercadar itu hujan-hujan bersama anaknya yang masih kecil. Aku dan kang Wastu yang mengikuti mereka dari belakang karena mereka yang yang menunjukkan jalan ke tempat latihan brigade nanti. Dalam hati aku merasa kasihan dengan mereka karena kehujanan. Aku berfikir pakaiannya yang tebal kalau basah pasti sulit kering, bisa-bisa dia nanti kedinginan, terus apa nanti tidak kasihan anaknya ya. Hanya gara-gara menemani kami untuk survei lokasi sampai rela kehujanan.

Hujan saat itu deras sekali. Aku juga kasihan dengan kang Wastu yang ku boncengkan terpaksa harus kehujanan, walaupun tidak separah yang dialami perempuan bercadar tersebut, istri Pak Warso. Sampai di Hutan Raya Lahura, dengan sapaannya kepada kami,“Kehujanan ya mas ?”.

Sabtu, 14 Desember 2013

Perempuan Yang Tidak Ayan


Ingat sebuah hadits yang menceritakan tentang perempuan berkulit hitam yang didoakan Rasulullah masuk syurga. Diceritakan bahwa Ibnu ‘Abbas menceritakan seorang perempuan berkulit hitam datang kepada Rasulullah seraya mengatakan, “Aku terjangkit ayan dan sungguh auratku terbuka karena itu. Maka doakanlah aku.”
Rasulullah bersabda,“Kalau engkau mau bersabar, maka engkau akan mendapatkan syurga. Kalau engkau ingin aku mendoakanmu, maka aku akan berdoa  kepada Allah agar menyembuhkanmu.”
                Perempuan tersebut menjawab,”Aku akan bersabar, tapi sungguh pakaianku terbuka karena itu. Oleh karenanya doakan agar pakaianku tidak terbuka saat penyakitku kambuh.” Kemudian dengan senang hat Rasulullah pun mendoakannya.

Jumat, 13 Desember 2013

Proposal Cinta Untuk Angkatan



Kawanku yang sangat aku cintai karena Allah. Celoteh tadi siang bahwa saya mencintai kalian adalah bukan sekedar lisan yang berbicara akan tetapi itulah hati yang aku berharap dengan segala jawaban dari bibir kalian, saya yakin jawaban kalian tidak bisa berbohong. Ibarat mie sedap rasa tidak bisa berbohong. Kawan, disini (menunjuk tempat hati) ada nama kalian yang mengisinya.

Dulu jauh sebelum kalian mengetahui identitasku, huh walaupun aku berusaha menutupinya. Kalian -terpaksa maupun tidak- telah memilih saya sebagai ketua tingkat untuk angkatan kalian. Sebenarnya aku tidak bisa sepenuhnya mau menerima hal itu tapi ketahuilah kawan, aku seorang Muslim. seorang Muslim tidak boleh menolak amanah yang sebenarnya dia ‘mampu’ untuk melaksanakan. Aku hanya takut pertanggungjawaban kelak dengan Allah. Itu sangat berat.Hah jadi ketua angkatan deh. Tambah amanah yang berat. Aku harus memikirkan lebih dari 70-an orang, melayaninya, mendukungnya, dan segala bentuk kepedulianku dalam berjamaah.

Minggu, 08 Desember 2013

Maaf Untuk UKMI



Aku pernah mengatakan padamu ketika aku melamarmu aku berani mengatakan bahwa aku cinta padamu dan mencintai dakwah yang lain juga. Aku juga mengatakan aku akan habis-habisan dalam dakwah diseluruh organisasi dakwah yang saat itu saya ikuti. Engkau pun tahu selain aku mencintaimu, ada SKI, PII, dan KAMMI disampingku. Yah seandainya engkau adalah istriku empat sudah cukup.

Aku katakan sekali lagi aku mencintai kalian semua. Karena aku bisa meyakinkan cintaku padamu, engkau menerimaku di divisi Pembinaan Pengurus. Aku senang, itu sesuai yang kuimpikan padamu. Aku sangat aktif menyertaimu kala itu. Bisa dibilang aku adalah satu diantara aktivis yang berkobar membara -menurutku-.

Tapi semuanya berbeda, ketika cintaku yang lain menuntutku lebih.

Sabtu, 07 Desember 2013

06.56.00 - No comments

Ada Cinta didalam Penjara -Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah-



Kau maksiati Allah, sembari menduga mencintai-Nya
Demi hidupku sungguh buruk permisalan ini
Kalau saja cintamu benar, maka engkau akan menaati-Nya
Sesungguhnya wujud pencinta pada orang yang dicintai adalah taat

Ketika dakwah itu adalah wujud dari cinta kepada Allah, disitu pula ada konsekuensi dakwah yang harus dilaksanakan dimanapun berada. Karena tidak mungkin juga cinta pilih-pilih tempat untuk tetap mencintai, apalagi yang dicintai adalah Maha Meliputi segalanya. Ya, tak terkecuali didalam sel jeruji sekalipun. Identik sekali dengan yang dikatakan Ibnu Qayyim, “Seandainya yang bisa menyelamatkan seorang hamba dari siksa hanyalah cinta kepada Allah, maka seyogyanya si hamba tidak mendapatkan balasan apa pun selamanya dari Allah. Dengan demikian, jika Anda mencintai Allah maka anda akan berdoa kepada-Nya disetiap tempat, bahkan di penjara sekali pun. Begitulah kiranya yang pernah dipraktekkan oleh para salafush shalih. Islam adalah amal. Bagus sekali orang yang mengatakan,’Perbuatan satu orang pada seribu orang adalah lebih baik dari ucapan seribu orang pada satu orang.’”

06.54.00 - No comments

Menanti Hati




Hatinya saat ini bergemuruh. Pertemuan yang tidak pernah diinginkan. Pertemuan yang ditolak oleh takdir skenario Tuhan. Tidak lama, tidak sampai tiga menit mungkin. Akan tetapi tatapan mata itu tepat mengenai dua bola matanya yang bening . Hari itu adalah hari dimana dia harus bahagia atau susah. Semuanya sulit dibedakan. Suatu nikmat ataukah ujian. Iffa terus mencari-cari benang-benang yang mungkin semrawut dalam hatinya. Mungkin juga hari itu adalah puncak kegelisahannya, dibanding hari-hari sebelumnya. Pertemuan yang singkat dan penuh arti.
“Ya Allah, kenapa aku kepikiran dia terus. Aku tidak pernah mengharapkan pertemuan itu. Padahal tidak lama, hanya sepintas dan tidak sengaja berpapasan saat kami pindah kelas. Ya Allah lindungi aku atas perasaanku ini. Hanya kepada Engkau Aku memohon. ” Katanya dalam hati ketika hendak tidur.
Lampu putih diatas kepalanya yang dilihat berangsur-angsur menghilang dari tatapannya. Menyusul teman satu kamarnya, Zuli, yang telah meninggalkan dirinya dan lampu putih yang terang itu.

***

Allaahu akbar, Allaahu akbar,…Ashshalaatu khairum minannaum…

Rabu, 04 Desember 2013

09.36.00 - No comments

Jika Aku Ditakdirkan Mati Hari Ini

Jika aku ditakdirkan mati hari ini,
mengapa aku takut terjun berperang,
toh sama saja aku akan mati hari ini,

Jika aku tidak ditakdirkan mati hari ini,
mengapa aku takut terjun berperang,
toh aku tidak akan pernah mati hari ini.

Mengapa aku takut berperang,
Toh aku berperang untuk awal kehidupan yang abadi.

Senin, 02 Desember 2013

17.06.00 - No comments

Ada-ada yang Salah



Ada yang salah jalan,
Namun mengira diatas kebenaran.
Ada yang telah sia-sia dalam jalan-jalan yang bengkok,
tanpa manfaat dan faidah, tapi disenangi
ada yang membuat kerusakan,
namun mengira telah mengadakan perbaikan.
Ada yang mencari ilmu,
Namun jauh dari ‘ulama’,
Ta’ashshub pada pemikirannya, hawa nafsunya, tokoh, dan golongan.
Ada-ada yang salah, sesat, dan saling menyesatkan.

Semoga diriku, dia, mereka, dan kita senantiasa diatas petunjuk haq,
Dan sungguh Allah memberi petunjuk kepada yang dikehendaki.

Senin, 18 November 2013

Ustadz: Insyaaallah segera meninggalkan Indonesia


“Assalaamu’alaikum warahmatullaah, mohon doanya insyaaallaah segera meninggalkan Indonesia, maaf atas segala kesalahan.” Pkl. 22:40 WIB.


Sms seperti itu datang tiba-tiba. Sms yang datangnya dari ustadz saya ketika SMA bersama teman-teman Rohis. Ustadz yang paling meledak bicara dan semangatnya, seakan kita adalah bagian dari pasukan yang diampunya disuatu perang. Yang ketika membaca ayat suci, terasa menelusuri urat-urat dihati, ya masuk perlahan dengan sejuknya.

Cita-cita yang diimpikan, kini telah didepan mata. Berdiri di Bumi Syam. Setelah melewati masa-masa skenario Allah sebelum dipertemukannya dengan cita-cita itu.

Ustadz, sms darimu tidak sanggup ku balas. Ada perasaan yang harus kutahan bahwa aku juga ingin turut membersamaimu. Apalagi jika engkau meminta maaf, rasanya tak layak engkau meminta maaf kepadaku, kepada kami. Engkau lah yang banyak berjasa kepada kami. Tapi yakinlah ustadz bahwa hati ini mendoakanmu.

Semoga perjalanan ke Suriah dilancarkan dan Allah menjadikan kemenangan Islam sebagai bagian perjuanganmu ustadz. Doakan kami juga semoga bisa membersamai menapak dan berdiri di Bumi Syam.
Ustadz Ihsan Al Faruq semoga Allah melindungimu.

Sabtu, 09 November 2013

17.00.00 - No comments

Pluralisme Agama di Indonesia



Pluralism

Isu pluralisme di Indonesia diangkat pertama kali pada tahun 2005 ketika MUI mengeluarkan fatwanya bahwa “Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme” adalah bertentangan dengan Islam dan haram bagi umat Islam untuk menggunakan faham ini. Inilah yang menghebohkan masyarakat di Indonesia, bahkan hingga luar negeri.

Jika melihat kondisi di Indonesia sendiri fatwa ini memang menuai pembicaraan, khususnya dikalangan umat Islam sendiri. Banyak yang pro, tapi juga tidak sedikit yang kontra atas ini. Sebagian memang belum faham atas faham ini. Menilik reaksi bagi semua agama menanggapi faham ini, umat Islam telah didahului umat Katholik dalam pembahasan pluralisme agama. Contoh saja pada tahun 1989 Penerbit Katholik Kanisius telah menerbitkan sebuah buku yang mengkonter atas faham ini, yakni Problematika Pluralisme dalam Agama Katholik. Di Protestan sendiri juga menerbitkan buku yang tebal dengan judul Theologia Abu-abu.

Jumat, 01 November 2013

Masa Pemboikotan


tersisolasi
Singkat waktu dalam empat pekan , ada empat kejadian besar yang menggetarkan mata otang-orang musyrik, yaitu Hamzah masuk Islam, disusul ‘Umar, Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- menolak suatu tawaran mereka, dan kesepakatan bersama dalam perlindungan Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- yang dijalin antara Bani Muththalib dan Bani Hasyim, baik yang muslim maupun yang kafir.

Akibatnya orang-orang musyrik kalang kabut dan ditempa kebingungan ekstrim. Benar, jika mereka membunuh Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam- maka mereka sadar akan terjadi pertumpahan darah di Bumi Makkah. Sehingga makar pun berlanjut dengan cara yang lain.

***
Mereka berkumpul berunding untuk  menyusun suatu kesepakatan guna mendepak  kedua bani yang melindungi Rasulullah –shallallaahu ‘alaihi wa sallam-.

Rabu, 30 Oktober 2013

07.20.00 - No comments

Menggugat Diktum Bebas Nilai dalam Sains



nilai dan sains
Sengaja tulisan ini diawali dengan judul provokatif. Judul ini ditulis dengan harapan bisa menembus dan menjejaki belantara kesadaran kita, sampai kemudian bisa melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang bertenaga. Mengapa cendekiawan muslim perlu menelisik ulang bangunan sains yang telah sedemikian mapan? Bukankah manusia telah disuguhi keajaiban demi keajaiban kehidupan yang diciptakan oleh sains? Bukankah sains itu bebas nilai dan universal sehingga bisa berlaku bagi seluruh manusia dan bangsa dalam segala tingkat budaya, keyakinan dan agama? Pada akhirnya, pertanyaan-pertanyaan ini akan menemukan puncaknya ketika sampai pada pertanyaan: Salahkah konstruksi sains sekarang?

07.10.00 - No comments

Surat Cinta Anak Matematika


math love
Aku tak tahu kenapa bayangmu selalu ada dipikiranku. Aku tak tahu kenapa pandanganmu bak ujung bangun ruang kerucut yang tajam, menusuk hingga ke hatiku. Mengukir persamaan-persamaan kuadrat yang berdiskriminan nol dimana penyelesaiannya berupa akar-akar kembar dan sama yaitu kamu, kamu, kamu, dan selalu kamu.

Aku selalu berdoa kepada Allah agar bisa bertemu kamu. Seketika kita pun bertemu tetapi aku seakan seperti himpunan kosong, tak mampu merangkai kata -_- .

Rabu, 28 Agustus 2013

Bagian 1: Sebelum di UNS


Membuka catatan lama sebelum punya laptop sekaligus mengukuhkan telapak kaki saya di Bumi Solo. Tulisan yang saya hadiahkan kepada sahabat saya di seperjuangan di UI tapi saya tidak bisa mendampingi perjuangannya di UI pula. Ya saya dulu mengharapkan UI tapi Allah hendak menunjukkan sesuatu yang lain yakni UNS. Alhamdulillaah hingga hidup sekarang saya bisa mengambil hikmah-hikmah yang banyak melebih surat dibawah. Tulisan yang langsung dari hati dan semoga Allah pun meridhoinya. Tulisan ini saya tulis kembali menggunakan laptop saya dengan sedikit perubahan guna memperjelas. ‘Alaa kulli hal tidak mengubah esensinya karena saya sekedar memperjelas. Berikut surat tersebut:

Selasa, 13 Agustus 2013

Semakin Kenal Semakin Sayang

Telah lazim sebuah pepatah bahwa ‘tak kenal maka tak sayang’. Pepatah yang unik dengan filosofi bahwa hendaknya kita saling mengenal dan saling mengikatkan persaudaraan.

Sedikit ada sebuah premis dalam otak seorang matematikawan yang ingin mencoba berfilosofis dari pepatah tersebut. Ada baiknya juga dikembangkan dengan tidak mengubah maksud dari pepatah induk tersebut. “Tak Kenal Maka Tak Sayang” bolehlah kiranya jika saya tambah menjadi “Tak Kenal Maka Tak Sayang. Jika sudah kenal maka boleh jadi akan sayang. Jika semakin kenal boleh jadi pula semakin sayang .”